Memulai atau Menunggu

                                                        Memulai atau Menunggu


            Setiap pribadi manusia pasti memiliki kesadaran diri masing masing, tetapi banyak orang yang memilih menungguh dari pada memulai. hal ini disebabkan oleh beberapa hal pertama disebabkan oleh rasa malas dalam hal memulai, kedua disebabkan oleh faktor lingkungan yang ia tempati,ketiga disebabkan oleh faktor tangal lahir, dalam  psikologi suda dikatakan bahwa 3 hal tersebut adalah faktor yang utama menyebabkan kita memilih menungguh dari pada memulai.
        Tapi kali ini yang akan lebih saya soroti adalah memulai. memulai memang sesuatu yang melelahkan jika dalam bahasa milenial kali ini, 
             Jika dilihat dari paradigma perasaaan atau rasa yang muncul pada diri pribadi masing masing, memulai juga menjadi bayang bayang yang kuat, bayang-bayang pertama dimulai ketika kita mau melangkah sampai akhir langkah  menuju keberanian, 
            Ke dua jika dilihat dari paradigma kecerdasan emosi seseorang, Daniel goleman mengatakaan beberapa macam emosi yaitu :1. Amarah : mengamuk, benci, jengkel, kesal hati. 2.  Kesedihan : pedih, sedih, muram, putus asa. 3.   Rasa takut : cemas, gugup, khawatir, was-was, perasaan takut sekali. 4. Kenikmatan : bahagia, gembira, riang, puas, senang, terhibur, bangga 5.Cinta: penerimaan, persahabatan, kepercayaan.6.  Terkejut : terkejut 7. Jengkel : hina, jijik, muak, tidak suka. 8.  Malu : malu  hati, kesal. dari delapan uraian di atas memulai yang dikatakan Daniel Goleman adalah sesuatu yang sulit jikamasi dirasa ambang ambang. 
             Ketiga jika dilihat dari sudut pandang perkembangan, perkembangan sebagai suatu proses perubahan yang mengarah kepada kemajuan. perubahan yang dimaksud yaitu mengarah kepada 2 hal pertumbuhan dan belajar, memulai kali ini sangat riskan karena kegiatan memulai kali ini dilakukan setiap harinya, memulai untuk pertumbuhan dan memulai untuk belajar. contoh memulai pertumbuhan di tandai dengan pertumbuhan Fisik dan mental, 

              Dari ketiga sudut pandang di atas mulai dari sudut pandang perasaan, sudut pandang kecerdasan emosi seseorang, dan terakir sudut pandang perkembangan. memulai bisa dikatakan hal yang sulit dan bisa dikatakan sebagai hal yang muda , karena semuanya kembali pada dirinya pribadi masing masing, karena setiap perubahan hanya bisa dirubah oleh dirinya pribadi masing- masing. dan beberapa faktor yang mendukung yaitu faktorinternal dan eksternal. 
''Jika disimpulkan memulai lebih indah dari pada menunggu''.

Penulis : M. Furqon Wahyudi
Editor : M.Furqon Wahyudi

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TIDUR dan MIMPI

Covid 19 dan Kearifan Lokal Nusantara