Dunia Malam Dunia Tanpa Batas
Dunia malam sering disebut dengan dunia hal yang buruk, karena semua aktivitas yang di lakukan di malam hari pasti berkesinambungan dengan hal hal kejelekan.
Beberapa orang berpendapat bahwa Globalisasi dan perkembangan teknologi menyebabkan industry wisata dan hiburan malam berkembang pesat di kota ini khususnya. Hal ini terbukti dengan banyaknya tempat-tempat hiburan yang ada di kota ini,Mulai dari café, dan tempat karouke. Inilah yang membawa arus pembauran budaya Asing di kota ini, selain budaya orang-orang metropolitan yang telah terkontaminasi.
Bagi orang-orang yang telah terbawa arus budaya barat ini, dunia malam bukanlah suatu aktifitas yang tabu bagi mereka. Bahkan hal ini telah menjadi suatu konsumsi diri.Orang-orang ini disebut sebagai penikmat dunia malam. Dari dunia malam inilah muncul sebuah trend yang disebut dugem (dunia gemerlap).
Gaya hidup merupakan arah yang akan kita tempuh. Gaya hidup memiliki bermacam-macam arti. Menurut Kotler gaya hidup seseorang adalah pola hidup seseorang dalam kehidupa sehari-hari yang dikatakan dalam kegiatan, minat, dan pendapat (Opini) yang bersangkutan.
Sedangkan menurut Berkowitz dan Kerin gaya hidup seseorang adalah pola hidup seseorang yang diidentifikasikan dari bagaimana penggunaaan waktu (aktivitas) , minat tentang pentingnya lingkungannya , dan pendapat tentang dirinya sendiri dan dunia sekelilingnya.
Dari kedua hal tersebut saya sebagai penulis dapat mengambil titik klu yaitu 1. Pola kehidupan. 2. Aktivitas, minat dan pendapat. Jadi dapat di simpulkan bahwa gaya hidup merupakan pola hidup seseorang bagaimana orang menggunakan uang, waktu, dan minat serta pendapatnya terhadap hal-hal yang ada di lingkungannya.
Beberapa pandangan mengenai cara anak muda mengenal dunia malam, pertama mereka satu di antaranya adalah mencoba, tetapi dengan kondisi hal demikian mereka mulai menyukai aktivitas yang di lakukan tersebut. Dalam perkembangan jaman yang sangat pesat, kecanggihan teknologi berperan besar dalam pegetahuan remaja saat ini. Trend yang berkembang saat ini adalah remaja berbondong-bondong mengikuti gaya hidup kebarat-baratan, seperti banyak yang tergiyur iklan televisi, meniru gaya hidup selebriti yang glamour, dan lain-lain. Apa saja akan mereka lakukan agar disebut anak gaul (tidak dibilang ketinggalan jaman).
Banyak remaja yang menilai bahwa untuk menjadi gaul harus kenal dengan dunia malam, minimal pernah mencoba. Kalau belum kenal dengan dunia malam maka dianggap gak gaul, cupu, dan jadul. Dengan kata lain, remaja mendapat kebanggaan jika mereka sudah merasa gaul.
Sedangkan pendapat saya pribadi bahwa menjadi gaul tidak harus mengenal dunia hal demikian, saya mengatakan bahwa menjadi gaul kita bisa dapati hal ini dengan muda, yaitu dengan 1. Kita membuat hasil karya yang dapat di asumsi orang lain. 2. Kita bisa membuat gaya arus baru yang berfisat mendewasakan diri dengan pengalaman – pengalaman yang baik. 3. Dengan cara menjaga citra diri, baik citra diri kita, keluarga, teman serta lembaga yang kita tempati dalam hal menuntut keilmuan. 3 hal inilah yang menurut saya sebagai penulis bisa menjadikan kita gaul tanpa kita mengenal dunia malam, saya berpesan bahwa dari beberpa mediator berpendapat sekali mencoba maka ia akan menjadikan hal tersebut sebagai hal biasa.
Komentar
Posting Komentar